Tahukah kamu bahwa LPR atau LaaringPharyngeal Reflux merupakan kondisi ketika asam lambung bergerak naik ke arah kerongkongan (esofagus), faring dan laring.
Berikut adalah gejala khas LPR:
1. Perubahan suara menjadi serak, biasanya terjadi intermiten di siang hari.
2. Rasa tidak nyaman di area leher hingga kepala, sehingga pasien sering mendehem atau batuk.
3. Nyeri tenggorokan, terutama ketika menelan.
4. Penumpukan dahak di tenggorokan.
5. Kesulitan bernafas ditandai dengan episode tersedak.
6. Halitosis atau bau mulut.
7. Nyeri dada seperti terbakar (heartburn).
Sampai saat penyebab LPR belum diketahui dan LPR ini bisa ditangani oleh dokter spesialis THT.
Secara umum LPR bisa dihindari dengan cara:
1. Jangan berbaring atau bersandar setelah makan.
2. Makan dengan porsi kecil tetapi sering (5-6 kali sehari).
3. Hindari makanan yang bisa mempengaruhi tonus otot esofagus, yaitu makanan berlemak, gorengan, kopi, minuman bersoda, alkohol, makanan asam, dan makanan pedas.
4. Mengontrol berat badan agar mencapai berat badan ideal.
5. Berhenti merokok.
6. Pada saat tidur, atur posisi kepala lebih tinggi dari posisi lambung, bisa dengan mengganjal mengunakan bantal
7. Mengelola stres dengan bijak.
8. Rutin latihan Ling Tien Kung minimal seminggu 4 kali
I'm Healthy and Happy
Wednesday, September 5, 2018
Tuesday, September 4, 2018
Penjelasan GERD
Apakah teman-teman tahu apa itu penyakit GERD? Berikut sedikit penjelasan dari penyakit GERD.
Definisi GERD:
Nyeri dada ternyata bukan saja disebabkan oleh karena kelainan jantung. Nyeri dada dapat disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. Penyakitnya kita sebut GERD (GastroEsofageal Reflux Desease). Pasien dengan GERD bisa datang karena nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heartburn). Biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). Berdasarkan hasil endoskopi GERD dibagi menjadi 2, yaitu GERD dengan erosi atau ditemukan adanya luka pada bagian bawah kerongkongan dan jika tidak ditemukan kelainan pada kerongkongan disebut Non Erosive Reflux Disease (NERD) – sumber: blog dr. Ari Fahrial Syam
GERD umumnya terjadi akibat Lower Esophageal Sphincter (LES), yang tidak berfungsi normal. LES berupa katup atau cincin yang menghubungkan kerongkongan dan lambung berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan. Kondisi refluks sebenarnya bisa dialami oleh hampir semua orang. Kecurigaan seseorang menderita GERD, umumnya harus memiliki beberapa keluhan khas dan berlangsung secara terus-menerus dalam beberapa minggu.
Gejala khas GERD
1. Heartburn, yaitu rasa panas terbakar pada dada dan tembus sampai ke punggung.
2. Nyeri dada.
3. Sesak dan rasa penuh pada dada.
4. Regurgitasi, yaitu aliran balik asam lambung, makanan dari kerongkongan ke mulut.
5. Mual.
6. Rasa asam pada mulut.
7. Disfagia, yaitu kesulitan menelan.
8. Banyak lendir dan suara serak, terutama di pagi hari.
9. Radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
10. Batuk.
Penyebab terjadinya penyakit GERD
1. Stress.
2. Makanan atau minuman yang menyebabkan melemahnya fungsi LES, contoh terlalu banyak kafein, keju, coklat.
3. Merokok, alkohol
4. Obat-obatan, contoh golongan NSAID (ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac).
5. Peningkatan tekanan perut, karena obesitas atau kehamilan
6. Hiatal Hernia
7. Bile Reflux
8. Penyakit Scleroderma
I'm Healthy and Happy
Definisi GERD:
Nyeri dada ternyata bukan saja disebabkan oleh karena kelainan jantung. Nyeri dada dapat disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. Penyakitnya kita sebut GERD (GastroEsofageal Reflux Desease). Pasien dengan GERD bisa datang karena nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heartburn). Biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). Berdasarkan hasil endoskopi GERD dibagi menjadi 2, yaitu GERD dengan erosi atau ditemukan adanya luka pada bagian bawah kerongkongan dan jika tidak ditemukan kelainan pada kerongkongan disebut Non Erosive Reflux Disease (NERD) – sumber: blog dr. Ari Fahrial Syam
GERD umumnya terjadi akibat Lower Esophageal Sphincter (LES), yang tidak berfungsi normal. LES berupa katup atau cincin yang menghubungkan kerongkongan dan lambung berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan. Kondisi refluks sebenarnya bisa dialami oleh hampir semua orang. Kecurigaan seseorang menderita GERD, umumnya harus memiliki beberapa keluhan khas dan berlangsung secara terus-menerus dalam beberapa minggu.
Gejala khas GERD
1. Heartburn, yaitu rasa panas terbakar pada dada dan tembus sampai ke punggung.
2. Nyeri dada.
3. Sesak dan rasa penuh pada dada.
4. Regurgitasi, yaitu aliran balik asam lambung, makanan dari kerongkongan ke mulut.
5. Mual.
6. Rasa asam pada mulut.
7. Disfagia, yaitu kesulitan menelan.
8. Banyak lendir dan suara serak, terutama di pagi hari.
9. Radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
10. Batuk.
Penyebab terjadinya penyakit GERD
1. Stress.
2. Makanan atau minuman yang menyebabkan melemahnya fungsi LES, contoh terlalu banyak kafein, keju, coklat.
3. Merokok, alkohol
4. Obat-obatan, contoh golongan NSAID (ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac).
5. Peningkatan tekanan perut, karena obesitas atau kehamilan
6. Hiatal Hernia
7. Bile Reflux
8. Penyakit Scleroderma
I'm Healthy and Happy
Monday, August 20, 2018
Daun Binahong
Tahukah kamu bahwa daun binahong bisa digunakan sebagai herbal untuk sakit lambung.
Caranya 7 lembar daun binahong yang sudah dicuci bersih di rebus dalam 3 gelas air sampai 5 menit setelah air mendidih.
Rebusan daun binahong diminum pagi dan sore tanpa campuran apa apa.
I'm Healthy and Happy
Caranya 7 lembar daun binahong yang sudah dicuci bersih di rebus dalam 3 gelas air sampai 5 menit setelah air mendidih.
Rebusan daun binahong diminum pagi dan sore tanpa campuran apa apa.
I'm Healthy and Happy
Atur Prioritasmu
Selamat Pagi..
Semuanya sehat dan bahagia kan ya…
Atur Prioritasmu
Satu hal yang sering membuat penderita psikosomatis merasa tertekan dan menimbulkan banyak sensasi adalah saat harus mengerjakan beberapa pekerjaan dengan target waktu yang mendesak dan semuanya datang bersamaan.
Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatur prioritas, lalu kamu bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan prioritas yang telah kamu sendiri tetapkan.
Pertama-tama kamu mesti berpikir bahwa Tuhan hanya memberikan masalah yang bertubi-tubi padamu adalah karena kamu dianggap kuat dan mampu menghadapinya. Jika kamu bisa menyelesaikan semua masalah yang dibrikan padamu itu maka kamu akan naik level dan siap untuk menerima tugas dari Tuhanmu yang lebih besar lagi. Jadi berbahagialah jika kamu mendapat masalah yang bertubi-tubi. Bisa jadi itu merupakan ujian bagimu untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Gambar berikut merupakan gambaran bagaimana kita bisa menghadapi masalah atau pekerjaan yang datang secara bersamaan.
2. Penting tapi Tidak Mendesak
Ada masalah yang cukup penting tapi tidak perlu sekarang juga untuk dikerjakan, maka untuk hal-hal semacam ini kamu bisa tunda dulu untuk kemudian kamu rencanakan kapan kamu akan mengerjakannya. Tidak perlu semuanya dikerjakan sekarang juga kan.. Kamu bisa atur waktu kapan kamu perlu mengerjakannya, tapi ingat. Setelah kamu tentukan waktu kamu perlu displin untuk mengerjakannya. Kalau kamu tidak displin dan menunda, maka masalah ini dikemudian hari akan menjadi masalah yang penting dan mendesak. Sebaiknya kamu memiliki jadwal dan perencanaan yang baik, sehingga semua masalah pentingmu ada di kuadran ini. Penderita psikosomatis bisa lebih tenang jika memiliki perencanaan yang baik. Namun perlu disiplin dalam mengeksekusi rencanamu sendiri.
3. Kurang Penting tapi Mendesak
Ada masalah yang kurang penting untuk dirimu, tapi mendesak dan harus dikerjakan sekarang juga. Jika kamu mendapati masalah seperti ini, maka kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk membantumu. Tapi pastikan hanya hal-hal yang kurang penting untukmu yang kamu delegasikan, karena untuk masalah yang penting tetap kamu sendiri yang mesti mengerjakan, dikarenakan jika orang lain yang membantumu bisa jadi akan ada resiko orang yang membantumu menghianatimu dan mengambil apa yang seharusnya jadi milikmu. Tapi kalau hal itu memang kurang penting bagimu maka tidak akan membuat dirimu sakit.
4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Untuk masalah yang tidak penting dan juga tidak mendesak, yang perlu kamu lakukan adalah tunda saja pengerjaan atau penyelesaiannya. Jika kamu sedang santai, kamu pikir-pikir lagi apakah kamu mau membuang energimu untuk mengerjakannya dan memasukkan ke dalam daftar rencanamu atau kamu abaikan saja sekalian.
Demikian tips mengatur penyelesaian masalah atau tugas yang datang kedirimu, kuncinya adalah perencanaan yang baik.
I'm Healthy and Happy
Semuanya sehat dan bahagia kan ya…
Atur Prioritasmu
Satu hal yang sering membuat penderita psikosomatis merasa tertekan dan menimbulkan banyak sensasi adalah saat harus mengerjakan beberapa pekerjaan dengan target waktu yang mendesak dan semuanya datang bersamaan.
Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatur prioritas, lalu kamu bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan prioritas yang telah kamu sendiri tetapkan.
Pertama-tama kamu mesti berpikir bahwa Tuhan hanya memberikan masalah yang bertubi-tubi padamu adalah karena kamu dianggap kuat dan mampu menghadapinya. Jika kamu bisa menyelesaikan semua masalah yang dibrikan padamu itu maka kamu akan naik level dan siap untuk menerima tugas dari Tuhanmu yang lebih besar lagi. Jadi berbahagialah jika kamu mendapat masalah yang bertubi-tubi. Bisa jadi itu merupakan ujian bagimu untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Gambar berikut merupakan gambaran bagaimana kita bisa menghadapi masalah atau pekerjaan yang datang secara bersamaan.
Kamu bagi saja semua permasalahan ke dalam prioritas seperti gambar kuadran di atas. Dengan membagi semua masalahmu penting atau tidak, mendesak (perlu buru-buru) atau tidak.
1. Penting dan Mendesak
Untuk masalah yang penting dan mendesak, ini lah yang kamu mesti fokus kerjakan dan selesaikan. Karena ini tidak memiliki pilihan lain.
Untuk masalah yang penting dan mendesak, ini lah yang kamu mesti fokus kerjakan dan selesaikan. Karena ini tidak memiliki pilihan lain.
Ada masalah yang cukup penting tapi tidak perlu sekarang juga untuk dikerjakan, maka untuk hal-hal semacam ini kamu bisa tunda dulu untuk kemudian kamu rencanakan kapan kamu akan mengerjakannya. Tidak perlu semuanya dikerjakan sekarang juga kan.. Kamu bisa atur waktu kapan kamu perlu mengerjakannya, tapi ingat. Setelah kamu tentukan waktu kamu perlu displin untuk mengerjakannya. Kalau kamu tidak displin dan menunda, maka masalah ini dikemudian hari akan menjadi masalah yang penting dan mendesak. Sebaiknya kamu memiliki jadwal dan perencanaan yang baik, sehingga semua masalah pentingmu ada di kuadran ini. Penderita psikosomatis bisa lebih tenang jika memiliki perencanaan yang baik. Namun perlu disiplin dalam mengeksekusi rencanamu sendiri.
3. Kurang Penting tapi Mendesak
Ada masalah yang kurang penting untuk dirimu, tapi mendesak dan harus dikerjakan sekarang juga. Jika kamu mendapati masalah seperti ini, maka kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk membantumu. Tapi pastikan hanya hal-hal yang kurang penting untukmu yang kamu delegasikan, karena untuk masalah yang penting tetap kamu sendiri yang mesti mengerjakan, dikarenakan jika orang lain yang membantumu bisa jadi akan ada resiko orang yang membantumu menghianatimu dan mengambil apa yang seharusnya jadi milikmu. Tapi kalau hal itu memang kurang penting bagimu maka tidak akan membuat dirimu sakit.
4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Untuk masalah yang tidak penting dan juga tidak mendesak, yang perlu kamu lakukan adalah tunda saja pengerjaan atau penyelesaiannya. Jika kamu sedang santai, kamu pikir-pikir lagi apakah kamu mau membuang energimu untuk mengerjakannya dan memasukkan ke dalam daftar rencanamu atau kamu abaikan saja sekalian.
Demikian tips mengatur penyelesaian masalah atau tugas yang datang kedirimu, kuncinya adalah perencanaan yang baik.
I'm Healthy and Happy
Tinggalkanlah 7 Sifat yang bisa merusak dirimu sendiri
Berikut adalah 7 sifat buruk yang mesti kamu buang agar bisa sembuh dari Anxiety-mu:
1. Cari Perhatian
Cari perhatian merupakan hal wajar, namun jika terlalu berlebihan menjadi tidak baik. Sifat ini sebaiknya dihindari, jika kamu melakukan sesuatu hal, biarkan saja orang yang menilai hasil kerjamu. Kamu tidak perlu sampai teriak-teriak dikarenakan butuh pengakuan bahwa kamu adalah bintangnya. Tidak perlu juga sampai memusuhi bahkan sampai memfitnah orang lain yang berpotensi mengancam popularitasmu.
2. Standard yang Ketinggian
Memiliki sebuah standard adalah hal yang wajar, namun kalau kamu menetapkan standard yang ketinggian maka akan sulit orang lain memenuhi standardmu. Akibatnya kamu akan sulit menerima hasil pekerjaan orang, maunya mengerjakan sendiri tapi tidak mampu mengerjakan semuanya sendiri.
3. Terlalu Sensitif
Kamu juga tidak boleh memiliki sifat yang terlalu sensitif. Kamu ingin diterima apa adanya kamu tanpa kamu mau merubah dirimu, tapi kamu tidak mau menerima orang lain apa adanya. Sifat ini akan membuatmu selalu ingin dipahami dan mudah sekali tersinggung, sifat ini akan membuat hidupmu selalu gelisah dan tidak bisa tenang.Sebagai mahluk sosial, sebaiknya kamu mulai memahami orang lain dan menerima orang lain apa adanya.
4. Mudi (mood-mood-an / moody)
Mood–mood-an juga merupakan sifat yang sebaiknya kamu tinggalkan. Apakah karena kamu sedang menderita GERD, Anxiety atau Psikosomatis membuat mu bisa bersikap seenaknya saja? Kamu tidak bisa hari ini ramah dan tiba tiba besok judes sama orang lain. Kamu akan dijauhi orang lain dan setelah dijauhi orang lain apakah kamu bisa bahagia?
5. Skeptis / curigaan
Skeptis atau curigaan adalah sifat yang selalu mempertanyakan motif dibalik kata-kata seseorang. Menganalisa kata demi kata dalam kalimat orang lain. Tanpa mau mendengar penjelasan orang lain karena kamu sudah punya satu cap kecurigaan terhadap orang lain. Sifat ini tentu saja harus kamu tinggalkan. Orang akan menghindar apabila berbicara dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. Jika kamu ditinggal orang lain, kamu akan lebih menderita lagi nantinya.
6. Mendendam
Mendendam ini termasuk didalamnya adalah Sulit memaafkan dan Memendam Rasa tersinggung. Sifat ini merupakan sifat tidak baik yang perlu dibuang karena hanya akan membuatmu menderita. Sebaiknya cepat-cepat move on dan fokuskan saja perhatianmu pada hal-hal lain yang bersifat positif ketimbang mengingat-ingat kejadian yang membuatmu sakit hati. Sifat mendendam hanya akan menghancurkan dirimu sendiri, menggerogoti kesehatanmu dari dalam.
7. Pesimis
Pesimis merupakan sebuah sifat di mana kamu selalu menganggap bahwa semua usaha yang akan kamu lakukan akan gagal. Ini disebabkan kamu selalu melihat sisi buruk dalam setiap rencana. Kamu perlu buang sifat pesimis dalam dirimu, karena kalau kamu pesimis, semua usaha yang bisa membawamu ke kesembuhan akan kamu pandang selalu sisi buruknya saja. Kalau begini caranya bagaimana mau sembuh?
I’m Healthy and Happy
1. Cari Perhatian
Cari perhatian merupakan hal wajar, namun jika terlalu berlebihan menjadi tidak baik. Sifat ini sebaiknya dihindari, jika kamu melakukan sesuatu hal, biarkan saja orang yang menilai hasil kerjamu. Kamu tidak perlu sampai teriak-teriak dikarenakan butuh pengakuan bahwa kamu adalah bintangnya. Tidak perlu juga sampai memusuhi bahkan sampai memfitnah orang lain yang berpotensi mengancam popularitasmu.
2. Standard yang Ketinggian
Memiliki sebuah standard adalah hal yang wajar, namun kalau kamu menetapkan standard yang ketinggian maka akan sulit orang lain memenuhi standardmu. Akibatnya kamu akan sulit menerima hasil pekerjaan orang, maunya mengerjakan sendiri tapi tidak mampu mengerjakan semuanya sendiri.
3. Terlalu Sensitif
Kamu juga tidak boleh memiliki sifat yang terlalu sensitif. Kamu ingin diterima apa adanya kamu tanpa kamu mau merubah dirimu, tapi kamu tidak mau menerima orang lain apa adanya. Sifat ini akan membuatmu selalu ingin dipahami dan mudah sekali tersinggung, sifat ini akan membuat hidupmu selalu gelisah dan tidak bisa tenang.Sebagai mahluk sosial, sebaiknya kamu mulai memahami orang lain dan menerima orang lain apa adanya.
4. Mudi (mood-mood-an / moody)
Mood–mood-an juga merupakan sifat yang sebaiknya kamu tinggalkan. Apakah karena kamu sedang menderita GERD, Anxiety atau Psikosomatis membuat mu bisa bersikap seenaknya saja? Kamu tidak bisa hari ini ramah dan tiba tiba besok judes sama orang lain. Kamu akan dijauhi orang lain dan setelah dijauhi orang lain apakah kamu bisa bahagia?
5. Skeptis / curigaan
Skeptis atau curigaan adalah sifat yang selalu mempertanyakan motif dibalik kata-kata seseorang. Menganalisa kata demi kata dalam kalimat orang lain. Tanpa mau mendengar penjelasan orang lain karena kamu sudah punya satu cap kecurigaan terhadap orang lain. Sifat ini tentu saja harus kamu tinggalkan. Orang akan menghindar apabila berbicara dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. Jika kamu ditinggal orang lain, kamu akan lebih menderita lagi nantinya.
6. Mendendam
Mendendam ini termasuk didalamnya adalah Sulit memaafkan dan Memendam Rasa tersinggung. Sifat ini merupakan sifat tidak baik yang perlu dibuang karena hanya akan membuatmu menderita. Sebaiknya cepat-cepat move on dan fokuskan saja perhatianmu pada hal-hal lain yang bersifat positif ketimbang mengingat-ingat kejadian yang membuatmu sakit hati. Sifat mendendam hanya akan menghancurkan dirimu sendiri, menggerogoti kesehatanmu dari dalam.
7. Pesimis
Pesimis merupakan sebuah sifat di mana kamu selalu menganggap bahwa semua usaha yang akan kamu lakukan akan gagal. Ini disebabkan kamu selalu melihat sisi buruk dalam setiap rencana. Kamu perlu buang sifat pesimis dalam dirimu, karena kalau kamu pesimis, semua usaha yang bisa membawamu ke kesembuhan akan kamu pandang selalu sisi buruknya saja. Kalau begini caranya bagaimana mau sembuh?
I’m Healthy and Happy
Thursday, July 26, 2018
Gula
Tahukah kamu bahwa dengan membatasi masuknya gula ke dalam tubuhmu akan membuat kamu bisa menjadi lebih sehat.
Kebutuhan tubuhmu akan gula dalam sehari hanya seberat 50 gram, atau senilai dengan 4 sendok makan saja. Jika kamu mengkonsumsi lebih dari 50gram gula maka akan digunakan dulu untuk beraktifitas/bergerak jika kamu kurang gerak maka kelebihan gula tadi diolah dan disimpan oleh tubuh sebagai lemak ditaruh dibawah kulit.
Ayo kita kurangi gula, stop minum minuman manis.
I'm Healthy and Happy
Saturday, July 21, 2018
MENGAPA KITA TETAP MERASA BENAR WALAUPUN SEJATINYA SALAH ?
ada cerita menarik yang berhubungan dengan sakit anxiety.. saya share saja di sini agar menjadi pelajaran. Saya perhatikan banyak yang sakit model kita karena awalnya menjadi korban dari situasi yang diceritakan di tulisan di bawah. lalu bisa move-on dan menjadi agak mendingan kemudian malah menjadi pelaku saat memegang kekuasaan. semoga kita semua bisa bersikap bijak dalam hidup ini.
Cerita di bawah di copy paste dari cerita yang saya dapatkan via whatsapp chat, mohon maaf kalau saya tidak bisa menyebutkan sumber aslinya. tapi di bawah ada link yang disertakan pada cerita whatsapp ini merujuk pada sebuah ceramah oleh Julia Galef di situs ted.com sebagai sumber cerita.
Selamat menikmati cerita ini.
Pada tahun 1894, sebuah surat yang telah disobek-sobek ditemukan di keranjang sampah oleh staf dari seorang Jendral Prancis. Maka dilakukanlah investigasi besar-besaran untuk mengetahui siapa yang lewat bukti surat itu telah menjual rahasia militer Perancis ke pihak Jerman. Dan kecurigaan kebanyakan orang mengarah pada Letkol. Alfred Dreyfus.
Dreyfus tidak punya track record yang tercela, tidak juga punya motif untuk melakukan pengkhianatan. Cuman ada dua Kesalahan Dreyfus. Pertama, tulisannya mirip dengan surat yg ditemukan, dan lebih parah lagi, dia satu-satunya pejabat militer yg beragama Yahudi. Waktu itu, Militer Perancis dikenal anti Yahudi.
Lalu rumah Dreyfus digeledah, mereka tidak menemukan bukti apa pun. Tapi ini pun malah dianggap sebagai bukti betapa liciknya Dreyfus. Tidak hanya berkhianat, dia juga dengan sengaja menghilangkan semua bukti. Lalu mereka memeriksa personal history nya, bahkan menginterview guru sekolahnya. Ditemukan dia sangat cerdas, menguasai 4 bahasa, dan punya memori yang sangat tajam. Maka ini pun dianggap sebagai "bukti" bahwa Dreyfus punya motif dan skill untuk kerja pada agen inteligen asing. Bukankah memang agen inteligen harus punya 3 skill itu?, benarkan?.
Maka Dreyfus diajukan ke pengadilan militer, dan dinyatakan bersalah. Di depan publik, lencananya dilucuti, kancing baju dicabut, pedang militernya dipatahkan. Peristiwa ini dikenang sebagai "Degradation of Dreyfus". Saat diarak oleh massa yang menghujat dia, Dreyfus teriak, "Saya bersumpah saya tidak bersalah, saya masih layak untuk mengabdi pada negara, Hidup Perancis.. Hidup Angkatan Darat". Tapi semua orang sudah tidak peduli dengan teriakannya, dan Akhirnya dia divonis dipenjara seumur hidup di Devil's Island, pada 5 Januari 1895.
Mengapa serombongan orang pintar dan berkuasa di Perancis waktu itu begitu yakin bahwa Dreyfus bersalah?. Dugaan bahwa Dreyfus memang sengaja dijebak, ternyata keliru. Para sejarawan meyakini bahwa Dreyfus tidak dijebak, dia hanya menjadi korban dari sebuah fenomena yg disebut "MOTIVATED REASONING". Yaitu sebuah penalaran yang nampak sangat logis dan rasional, padahal semua itu hanyalah usaha mencari PEMBENARAN atas suatu ide yang telah diyakini sebelumnya. Tujuannya? termotivasi untuk membela atau menyerang idea tertentu, bukan mencari KEBENARAN secara jernih, dari pihak manapun kebenaran itu berasal.
Maka kalau kita sudah mengeras sikapnya untuk sangat pro/anti partai politik tertentu, atau sudah terlanjur gandrung/benci sama seseorang, maka kita akan cenderung mengalami "motivated reasoning" ini. Apapun pendapat orang lain yang kita anggap musuh akan nampak salah di pikiran "rasional" kita. Karena memang itulah hebatnya otak kita, selalu bisa menemukan alasan rasional kenapa mereka salah, dan saya benar. Kita akan bisa mencari 1000 bukti yang membenarkan sikap kita itu. Bahkan hal-hal yang sifatnya netral tiba-tiba jadi nampak sebagai "bukti" dari kebenaran sikap kita ini.
Kalau hati sudah dikuasai oleh cinta atau benci, dan berketetapan, pokoknya saya pro ini, anti itu, kita akan cenderung meyakini kebenaran segala pendapat yang mendukung pendapat kita, dan mengabaikan segala argumen yg berlawanan dengan keyakinan kita. Kita jadi kehilangan akal sehat yang adil dan proporsional dalam menyikapi segala hal. Para psikolog menyebut kesesatan pikir yang mewabah akhir-akhir ini: CONFIRMATION BIAS.
Fenomena confirmation bias dan motivated reasoning ini sudah sangat jamak ditemukan di sekitar kita, bahkan kadang kita pun ikut jadi pelaku utamanya. Karena hampir semua dari kita telah mengambil sikap untuk memilih partai tertentu, suka tokoh tertentu, punya agama/mazhab tertentu, bahkan mungkin menjadi anggota fanatik supporter klub sepak bola tertentu. Semua ini telah menjadikan kita secara otomatis mudah sekali terjebak dalam 2 kesesatan pikir di atas.
By the way, bagaimana dengan nasib Dreyfus? Adalah Colonel Georges Picquart, yang walaupun dia juga anti Yahudi, mulai berpikir, bagaimana jika memang Dreyfus tidak bersalah? bagaimana jika karena salah tangkap, penjahat sebenarnya masih berkeliaran dan terus membocorkan rahasia militer Perancis pada Jerman? Kebetulan dia menemukan ada pejabat militer lain yang tulisan tangannya lebih mirip dengan surat yang ditemukan, dibanding tulisan Dreyfus. Singkat cerita, atas perjuangan Colonel Picquard, Dreyfus baru dinyatakan tidak bersalah 11 TAHUN kemudian.
Yang paling menakutkan dari Motivated Reasoning & Confirmation Bias ini adalah, pelakunya seringkali tidak menyadari dan membela pendapatnya mati-matian sambil menghujat pendapat lain yang berbeda, sehingga efeknya terjadi perang mulut, bahkan di beberapa negara, terjadi genocida, dan perang saudara.
Maka bagaimana caranya agar kita bisa berpikir lebih adil dan jernih? Bukankah Al-qur'an (dan saya rasa juga kitab-kitab suci lain, secara substansial) menegaskan: "Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak adil terhadap mereka. Bersikap adil-lah, karena itu lebih dekat dengan taqwa.
Bagaimana agar kita selamat dari 2 sesat pikir di atas? agar kita bisa membuat prediksi yang akurat, membuat keputusan yang tepat, atau sekadar membuat good judgement? Menariknya, ini tidak berkaitan dengan seberapa pintar atau seberapa tinggi IQ kita atau gelar akademis kita. Kata para ahli tentang "good judgment", ini justru berkaitan erat dengan bagaimana anda "merasa" (how you feel). Berikut beberapa tips untuk memiliki "penilaian yg jernih" :
1. Jangan terlalu emosional. Semakin kita emosional, semakin kita termotivasi untuk menyeleksi kebenaran. Semua argumen yang berlawanan akan cenderung kita abaikan. Sementara hoax-pun, asal cocok dengan selera kita akan buru-buru kita yakini kebenarannya.
2. Pertahankan rasa ingin tahu (curiosity). Rasa penasaran ingin tahu ini akan membuat kita lebih ingin mengecek argumentasi dari dua kubu. Tidak cepat puas buru-buru meyakini segala informasi yang masuk.
3. Milikilah hati dan pikiran yang terbuka (open-mind & open-heart). dengan begini kita akan cenderung mau mendengarkan dan berempati atas posisi masing-masing dari dua kubu yg berseteru. Jangan menutup diri hanya mau menerima informasi dari pihak yang pro sama kita, dan langsung mencurigai, bahkan menolak berita dari semua yang kita anggap pro lawan kita.
4. Jadilah orang yg Independen (grounded). Jangan mudah anut grubyuk ikut-ikutan pendapat sesorang atau satu kelompok. Jangan letakkan harga diri kita berdasarkan omongan orang lain tentang kita. Silakan pro ini atau anti itu. Tapi jangan overdosis, sampai menganggap segala hal yang dari pihak kita pasti benar dan segala hal yang dari pihak lawan pasti salah.
5. Milikilah kerendahan hati (humbleness) bahwa memang kita punya keyakinan tertentu tentang segala hal (politik, sikap keagamaan, aliran pemikiran, dll) tapi dengarkan dengan empatik juga pendapat-pendapat yang berlawanan dengan kita. Dan jika bukti-bukti menunjukkan kita memang salah, jangan sungkan-sungkan untuk mengakui dan minta maaf.
Kesimpulannya, menurut Julia Galef, yang ceramahnya di TEDX mendasari tulisan ini:
"Untuk memiliki good judgment (penilaian yang jernih), khususnya untuk hal-hal yang kontroversial, kita tidak terlalu membutuhkan kepintaran atau analisa yang canggih, tapi kita lebih membutuhkan kedewasaan psikologis dan pengelolaan emosi yang baik"
Jadi apa yg paling kita inginkan?
Apakah membela mati-matian pendapat subyektif kita?
Ataukah ingin melihat dunia dengan mata hati sejernih mungkin?
https://www.ted.com/talks/julia_galef_why_you_think_you_re_right_even_if_you_re_wrong/up-next#t-639540
I'm Healthy and Happy
Cerita di bawah di copy paste dari cerita yang saya dapatkan via whatsapp chat, mohon maaf kalau saya tidak bisa menyebutkan sumber aslinya. tapi di bawah ada link yang disertakan pada cerita whatsapp ini merujuk pada sebuah ceramah oleh Julia Galef di situs ted.com sebagai sumber cerita.
Selamat menikmati cerita ini.
Pada tahun 1894, sebuah surat yang telah disobek-sobek ditemukan di keranjang sampah oleh staf dari seorang Jendral Prancis. Maka dilakukanlah investigasi besar-besaran untuk mengetahui siapa yang lewat bukti surat itu telah menjual rahasia militer Perancis ke pihak Jerman. Dan kecurigaan kebanyakan orang mengarah pada Letkol. Alfred Dreyfus.
Dreyfus tidak punya track record yang tercela, tidak juga punya motif untuk melakukan pengkhianatan. Cuman ada dua Kesalahan Dreyfus. Pertama, tulisannya mirip dengan surat yg ditemukan, dan lebih parah lagi, dia satu-satunya pejabat militer yg beragama Yahudi. Waktu itu, Militer Perancis dikenal anti Yahudi.
Lalu rumah Dreyfus digeledah, mereka tidak menemukan bukti apa pun. Tapi ini pun malah dianggap sebagai bukti betapa liciknya Dreyfus. Tidak hanya berkhianat, dia juga dengan sengaja menghilangkan semua bukti. Lalu mereka memeriksa personal history nya, bahkan menginterview guru sekolahnya. Ditemukan dia sangat cerdas, menguasai 4 bahasa, dan punya memori yang sangat tajam. Maka ini pun dianggap sebagai "bukti" bahwa Dreyfus punya motif dan skill untuk kerja pada agen inteligen asing. Bukankah memang agen inteligen harus punya 3 skill itu?, benarkan?.
Maka Dreyfus diajukan ke pengadilan militer, dan dinyatakan bersalah. Di depan publik, lencananya dilucuti, kancing baju dicabut, pedang militernya dipatahkan. Peristiwa ini dikenang sebagai "Degradation of Dreyfus". Saat diarak oleh massa yang menghujat dia, Dreyfus teriak, "Saya bersumpah saya tidak bersalah, saya masih layak untuk mengabdi pada negara, Hidup Perancis.. Hidup Angkatan Darat". Tapi semua orang sudah tidak peduli dengan teriakannya, dan Akhirnya dia divonis dipenjara seumur hidup di Devil's Island, pada 5 Januari 1895.
Mengapa serombongan orang pintar dan berkuasa di Perancis waktu itu begitu yakin bahwa Dreyfus bersalah?. Dugaan bahwa Dreyfus memang sengaja dijebak, ternyata keliru. Para sejarawan meyakini bahwa Dreyfus tidak dijebak, dia hanya menjadi korban dari sebuah fenomena yg disebut "MOTIVATED REASONING". Yaitu sebuah penalaran yang nampak sangat logis dan rasional, padahal semua itu hanyalah usaha mencari PEMBENARAN atas suatu ide yang telah diyakini sebelumnya. Tujuannya? termotivasi untuk membela atau menyerang idea tertentu, bukan mencari KEBENARAN secara jernih, dari pihak manapun kebenaran itu berasal.
Maka kalau kita sudah mengeras sikapnya untuk sangat pro/anti partai politik tertentu, atau sudah terlanjur gandrung/benci sama seseorang, maka kita akan cenderung mengalami "motivated reasoning" ini. Apapun pendapat orang lain yang kita anggap musuh akan nampak salah di pikiran "rasional" kita. Karena memang itulah hebatnya otak kita, selalu bisa menemukan alasan rasional kenapa mereka salah, dan saya benar. Kita akan bisa mencari 1000 bukti yang membenarkan sikap kita itu. Bahkan hal-hal yang sifatnya netral tiba-tiba jadi nampak sebagai "bukti" dari kebenaran sikap kita ini.
Kalau hati sudah dikuasai oleh cinta atau benci, dan berketetapan, pokoknya saya pro ini, anti itu, kita akan cenderung meyakini kebenaran segala pendapat yang mendukung pendapat kita, dan mengabaikan segala argumen yg berlawanan dengan keyakinan kita. Kita jadi kehilangan akal sehat yang adil dan proporsional dalam menyikapi segala hal. Para psikolog menyebut kesesatan pikir yang mewabah akhir-akhir ini: CONFIRMATION BIAS.
Fenomena confirmation bias dan motivated reasoning ini sudah sangat jamak ditemukan di sekitar kita, bahkan kadang kita pun ikut jadi pelaku utamanya. Karena hampir semua dari kita telah mengambil sikap untuk memilih partai tertentu, suka tokoh tertentu, punya agama/mazhab tertentu, bahkan mungkin menjadi anggota fanatik supporter klub sepak bola tertentu. Semua ini telah menjadikan kita secara otomatis mudah sekali terjebak dalam 2 kesesatan pikir di atas.
By the way, bagaimana dengan nasib Dreyfus? Adalah Colonel Georges Picquart, yang walaupun dia juga anti Yahudi, mulai berpikir, bagaimana jika memang Dreyfus tidak bersalah? bagaimana jika karena salah tangkap, penjahat sebenarnya masih berkeliaran dan terus membocorkan rahasia militer Perancis pada Jerman? Kebetulan dia menemukan ada pejabat militer lain yang tulisan tangannya lebih mirip dengan surat yang ditemukan, dibanding tulisan Dreyfus. Singkat cerita, atas perjuangan Colonel Picquard, Dreyfus baru dinyatakan tidak bersalah 11 TAHUN kemudian.
Yang paling menakutkan dari Motivated Reasoning & Confirmation Bias ini adalah, pelakunya seringkali tidak menyadari dan membela pendapatnya mati-matian sambil menghujat pendapat lain yang berbeda, sehingga efeknya terjadi perang mulut, bahkan di beberapa negara, terjadi genocida, dan perang saudara.
Maka bagaimana caranya agar kita bisa berpikir lebih adil dan jernih? Bukankah Al-qur'an (dan saya rasa juga kitab-kitab suci lain, secara substansial) menegaskan: "Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak adil terhadap mereka. Bersikap adil-lah, karena itu lebih dekat dengan taqwa.
Bagaimana agar kita selamat dari 2 sesat pikir di atas? agar kita bisa membuat prediksi yang akurat, membuat keputusan yang tepat, atau sekadar membuat good judgement? Menariknya, ini tidak berkaitan dengan seberapa pintar atau seberapa tinggi IQ kita atau gelar akademis kita. Kata para ahli tentang "good judgment", ini justru berkaitan erat dengan bagaimana anda "merasa" (how you feel). Berikut beberapa tips untuk memiliki "penilaian yg jernih" :
1. Jangan terlalu emosional. Semakin kita emosional, semakin kita termotivasi untuk menyeleksi kebenaran. Semua argumen yang berlawanan akan cenderung kita abaikan. Sementara hoax-pun, asal cocok dengan selera kita akan buru-buru kita yakini kebenarannya.
2. Pertahankan rasa ingin tahu (curiosity). Rasa penasaran ingin tahu ini akan membuat kita lebih ingin mengecek argumentasi dari dua kubu. Tidak cepat puas buru-buru meyakini segala informasi yang masuk.
3. Milikilah hati dan pikiran yang terbuka (open-mind & open-heart). dengan begini kita akan cenderung mau mendengarkan dan berempati atas posisi masing-masing dari dua kubu yg berseteru. Jangan menutup diri hanya mau menerima informasi dari pihak yang pro sama kita, dan langsung mencurigai, bahkan menolak berita dari semua yang kita anggap pro lawan kita.
4. Jadilah orang yg Independen (grounded). Jangan mudah anut grubyuk ikut-ikutan pendapat sesorang atau satu kelompok. Jangan letakkan harga diri kita berdasarkan omongan orang lain tentang kita. Silakan pro ini atau anti itu. Tapi jangan overdosis, sampai menganggap segala hal yang dari pihak kita pasti benar dan segala hal yang dari pihak lawan pasti salah.
5. Milikilah kerendahan hati (humbleness) bahwa memang kita punya keyakinan tertentu tentang segala hal (politik, sikap keagamaan, aliran pemikiran, dll) tapi dengarkan dengan empatik juga pendapat-pendapat yang berlawanan dengan kita. Dan jika bukti-bukti menunjukkan kita memang salah, jangan sungkan-sungkan untuk mengakui dan minta maaf.
Kesimpulannya, menurut Julia Galef, yang ceramahnya di TEDX mendasari tulisan ini:
"Untuk memiliki good judgment (penilaian yang jernih), khususnya untuk hal-hal yang kontroversial, kita tidak terlalu membutuhkan kepintaran atau analisa yang canggih, tapi kita lebih membutuhkan kedewasaan psikologis dan pengelolaan emosi yang baik"
Jadi apa yg paling kita inginkan?
Apakah membela mati-matian pendapat subyektif kita?
Ataukah ingin melihat dunia dengan mata hati sejernih mungkin?
https://www.ted.com/talks/julia_galef_why_you_think_you_re_right_even_if_you_re_wrong/up-next#t-639540
I'm Healthy and Happy
Subscribe to:
Posts (Atom)