Friday, January 18, 2019

Brand Image

Brand Image adalah representasi dari keseluruhan persepsi terhadap Brand ini sendiri. Jika Brand Image baik maka penerimaan customer terhadap brand ini juga baik sehingga mudah kita menjual brand ini, jika brand image jelek maka penerimaan customer terhadap brand juga kurang baik, sehingga sulit bagi kita untuk menjualnya. Ini cerita awal saya dan istri saya Wenty membuka Sasana Ling Tien Kung Healthy Happy.

Hal yang umum dilakukan oleh para instruktur baru ketika membuka sasana mereka adalah membuat materi entah tulisan atau brosur elektronik untuk disebar (broadcast) lewat sosial media. Kamipun melakukan itu diawal sasana kami berdiri, bahkan sampai sekarang pun masih kami lakukan.

Awal awal saya tidak buat brosur elektronik, hanya membuat tulisan saja. Lalu saya broadcast ke beberapa whatsapp grup, dibawah tulisan yang intinya menceritakan sedikit tentang Ling Tien Kung lalu menceritakan sedikit manfaatnya, menekankan kalau ikut gratis, kemudian meletakkan tempat dan jadwal latihan, nama dan nomor whatsapp saya untuk mereka hubungi kalau tertarik ikut.

Lucu ya.. tulisan saya ini menyebar tidak hanya di kota depok. Padahal saya hanya menyebar ke whatsapp grup yang isinya orang orang depok saja. Tulisan saya sampai ke surabaya, lalu menyebar di surabaya kemudian dikirim kembali ke seorang ibu yang tinggal di daerah citayam. Ibu ini menelepon saya, beliau bilang dapat broadcast dari kakaknya dia yang tinggal di surabaya.

Ibu ini bercerita kalau dia berobat ke  RSPAD Jakarta, lalu dokternya menyarankan beliau untuk terapi Ling Tien Kung. Beliau bingung harus mencari terapi Ling Tien Kung kemana.. bertahun tahun beliau mencari sampai ia menerima broadcast saya yang dikirimkan kakaknya dari Surabaya. 

Di sini saya hanya ingin mengatakan bahwa enak kita kalau harus menjual sebuah brand jika brand imagenya sudah baik, yang mana brand tersebut sudah cukup dikenal, sudah memiliki reputasi luar biasa. Ya seperti kasus saya ini,  saya hanya cerita sedikit tapi saya dapat banyak respon positif. Ibu ini hanya satu dari sedemikian banyak orang yang merespon broadcast saya.

Brand Ling Tien Kung adalah brand yang memiliki brand image luar biasa. Jadi saran saya buat teman teman sesama instruktur Ling Tien Kung.. percaya diri saja mempromosikan ling tien kung. InsyaAllah mendapat respon positif, InsyaAllah berkah.

Semoga Allah memberikan rahmatNya pada kalian. Amiiin..

I'm Healhty and Happy

Sharing tentang Membuka dan Mengelola Sasana Ling Tien Kung


Hai teman-teman.. sedikit share pengalaman saya ya.. bulan Agustus tahun 2018 saya resmi menjadi  seorang Instruktur Ling Tien Kung bersertifikasi. Setelah mengikuti pelantikan di Surabaya. Pada akhir acara kami dilantik langsung oleh Laoshe dan resmi menjadi Instruktur Ling Tien Kung tingkat dasar. Lalu ada sedikit speech dari ketua Yayasan MPET2 bpk Brigjen (Purn) Drs Edy Prawoto SH, M.Hum yang menyatakan bahwa setelah menjadi instruktur Ling Tien Kung kami diminta untuk membuka sasana sendiri, karena ada target dari pengurus yayasan bahwa 1 instruktur 1 sasana. Wow.. saya kaget, karena kalau seandainya saya tahu setelah naik tingkat di Ling Tien Kung harus membuka sasana sendiri mungkin saya tidak akan berangkat ke Surabaya dari Jakarta untuk mengambil pelatihan ini. Tapi mau bilang apa, sudah dilantik. Singkat cerita sekarang saya dan istri saya sudah membuka dan mengelola sebuah sasana Ling Tien Kung di kota Depok. Kami menamakan sasana kami ini Sasana Ling Tien Kung Healthy Happy.

Saya yakin bukan hanya saya yang bingung tentang bagaiman caranya membuka sebuah sasana Ling Tien Kung, bagi kalian para Instruktur baru. Baiklah.. saya coba share pengalaman saya waktu membuka sasana Healthy Happy di kota Depok. Saya banyak menganalogikan membuka sasana ini seperti membuka tempat usaha di sebuah wilayah baru.. menurut saya sih analogi ini bisa kita gunakan, karena membuka tempat usaha di sebuah wilayah baru tantangannya mirip dengan membuka sasana baru. Ada 5 point yang saya pilih untuk saya share di tulisan ini:
  1. Memilih Lokasi yang tepat
  2. Merencanakan Konsep Pendanaan Sasana
  3. Studi banding dengan sasana lain
  4. Mengenal Peserta Sasana LTK kita sendiri
  5. Mencari kandidat Instruktur baru di sasana LTK kita


1. Memilih Lokasi yang tepat

Salah satu faktor yang menentukan banyaknya peserta dari sebuah sasana adalah lokasi. Jika sasana diibaratkan sebuah tempat usaha, banyak coach entrepreneurship yang menekankan bahwa kunci dari sebuah usaha adalah lokasi, lokasi dan lokasi, sampai tiga kali lokasi ini disebut. Jika kita terjemahkan kedalam Pembuatan sebuah sasana, maka pemilihan lokasi ini perlu mempertimbangkan beberapa aspek seperti:

  •       Apakah mudah dijangkau oleh orang yang tidak memiliki kendaraan
  •       Apakah ada lahan parkir yang cukup untuk orang yang datang dengan kendaraan sendiri
  •      Apakah orang luar memiliki akses masuk menuju lokasi latihan
  •      Berapa banyak peserta yang bisa berlatih bersama di lokasi yang kita inginkan
  •      Jika hujan apakah ada tempat alternatif untuk berlatih
  •      dll

Kita juga perlu mendekati pemimpin wilayah, cara terbaik untuk bisa lancar dalam pembukaan dan promosi adalah dengan mendekati pemimpin wilayah tempat sasana kita berada. Butuh skill khusus memang untuk bisa dekat dengan pimpinan wilayah. Jika sasana kita berada di halaman sebuah kantor maka pimpinan kantor perlu kita dekati, jika sasana kita berada di taman sebuah perumahan maka pengurus RT dan pengurus RW bahkan kalau perlu Lurah dan Camat perlu juga kita dekati. Efeknya akan jauh berbeda dibanding kita jalan sendiri.

Sekarang sudah era teknologi digital, kita juga bisa melakukan promosi Sasana Ling Tien Kung kita lewat jalur digital, seperti kirim broadcast ke whatsapp grup. Jika teman-teman mengirim satu broadcast tentang latihan Ling Tien Kung, jangan heran kalau broadcast ini akan menyebar kemana-mana dengan sendirinya. Pertama disebabkan karena teknologi digital, yang membuat orang senang sharing informasi dan sharing informasi ini dilakukan dengan sangat cepat. Kedua nama Ling Tien Kung ini sudah cukup menjual, percaya sama saya kalau effort yang kita perlukan tidak terlalu besar untuk mempromosikan Sasana Ling Tien Kung kalian. Orang yang menerima informasi bisa googling sendiri dan akan mendapatkan seabrek testimoni positif tentang Ling Tien Kung.

2. Merencanakan Konsep Pendanaan Sasana

Memang prinsip dasar dari Ling Tien Kung adalah sehat tanpa obat, tanpa alat dan tanpa ragat (bayar). Namun kita juga sama sama tahu kalau sebuah organisasi apapun bentuknya termasuk sasana Ling Tien Kung pasti membutuhkan dana berupa uang kas agar bisa berjalan. Sebuah sasana membutuhkan seperangkat audio untuk memutar instruksi-instruksi gerakan, ini merupakan dana. Jika ada dana lebih maka membutuhkan layar bisa berupa LCD besar ataupun proyektor dan juga laptop, ini juga membutuhkan dana. Belum lagi menyediakan air minum untuk peserta dikarenakan sehabis latihan peserta perlu minum agar mereka tidak dehidrasi, dana lagi kan.. beberapa sasana bahkan menyediakan sarapan seusai latihan, ini juga dana lagi..  Dana ini tidak bisa dihindari sehingga perlu kita rencanakan, persiapan paling minim adalah perlu dipikirkan darimana peralatan audio untuk latihan, apakah meminjam dulu, atau apa yang ada dirumah kita bawa untuk latihan pertama nanti, atau hanya suara dari handphone dikarenakan di awal mungkin peserta hanya dibawah 10 orang saja. Bagaimanapun bentuk latihan, kita sebagai instruktur Ling Tien Kung perlu merencanakan ini. Survey dulu tempat latihan, untuk mencari di mana bisa mendapatkan sumber listrik.

Lalu perlu juga dipikirkan bagaimana dengan konsep pendanaan dari sasana yang ingin kita bangun. Jika mengacu pada pengamatan saya terhadap sasana yang sudah berjalan ada beberapa case yang bisa menjadi sumber pendanaan sasana:
  •          Menetapkan uang iuran per anggota per bulan
  •        Hanya mengandalkan kotak sumbangan seikhlasnya setiap latihan.
  •        Menginduk pada perusahaan, dimana nantinya perusahaan yang akan membiayai operasional dari sasana
  •        Menaikkan sedikit harga pembelian seragam dan buku untuk tambahan uang kas sasana.
  •        Mungkin teman-teman bisa menambahkan ide kreatif tentang bagaimana menambah uang kas sasana LTK kita, tapi ingat.. sebagai instruktur kita tidak menjual ilmu Ling Tien Kung. Kita hanya butuh dana untuk mengelola sasana, mohon tetap pegang kuat prinsip dasar ini.


3. Studi banding dengan sasana lain
Sasana yang kita dirikan bukan satu satunya sasana yang ada, ada banyak sasana yang sudah lama berdiri dan memiliki banyak peserta. Perlu kita sekali sekali dengan sengaja mendatangi sasana lain, sekedar untuk melakukan studi banding. Siapa tahu ada hal baik yang dilakukan di sasana lain yang bisa kita copy paste di sasana kita. Kita sebagai instruktur Ling Tien Kung perlu selalu merasa rendah hati, siap untuk selalu belajar dari siapapun. Janganlah merasa sombong menganggap bahwa sasana kita adalah sasana yang terbaik. Semua sasana memiliki keunikan masing-masing, dikarenakan berlokasi di tempat yang berbeda, memiliki karakteristik peserta yang berbeda pula.
Seorang pengelola sasana LTK yang baik perlu jeli dalam menilai apa saja yang menjadi kekuatan (Strength) dan tantangan (Challanges) dari sasana yang ia bina. Kekuatan dan Tantangan ini sangat dipengaruhi oleh variasi dari peserta dan lokasi sasana. Sehingga kekuatan dan tantangan setiap sasana tentu berbeda-beda. Dengan banyak melakukan studi banding, kita bisa belajar dari pengelola sasana lain yang akan membantu untuk memahami Strength dan Challanges dari sasana kita.

4. Mengenal Peserta Sasana LTK kita sendiri

Jika diibaratkan sebuah bisnis maka peserta sasana LTK adalah customer kita. Kita sebagai instruktur dan juga pengelola sasana LTK perlu dengan sengaja mengenali peserta kita dengan baik. Kita perlu tahu apa motivasi mereka bergabung dengan sasana kita, jika mereka memiliki penyakit kita perlu cari tahu apa yang mereka derita untuk kemudian secara rutin (misal 3 bulan sekali) kita pantau perkembangan kesembuhannya, bagaimana kondisi keuangan peserta dikarenakan walau gratis mereka tetap perlu membeli seragam berupa kaos, celana training dan sepatu. Mungkin perlu membayar iuran bulanan sasana.  Pola hidup mereka juga perlu kita kenali, percuma juga mereka menterapi diri sendiri jika pola hidupnya tidak sehat, mungkin perlu kita edukasi peserta kita agar memiliki pola hidup sehat. Untuk itu sebagai insrtuktur tetaplah membuka diri untuk belajar tentang pola hidup sehat. Kita juga perlu memotivasi peserta kita agar rajin latihan walau tidak di sasana kita.

Cara yang paling mudah dalam mengenali peserta sasana kita sendiri adalah menerapkan sebuah teori di bisnis yang disebut dengan CRM (Customer Relationship Management). Kunci rahasia dari CRM adalah komunikasi dan mencatat. Kami di Sasana Healthy Happy menggunakan form isian anggota sasana yang dirancang khusus oleh istri saya. Namun selain mencatat, saya tetap merekomendasikan sebagai instruktur dan pengelola sasana untuk tetap melakukan komunikasi dengan peserta, kita adalah tuan rumah di sasana. Maka sebagai tuan rumah kita harus ramah. Dalam menjalin hubungan menurut saya kita ajak ngobrol satu per satu, jangan lakukan ngobrol dengan kita sebagai instruktur di depan menggunakan mic. Tapi hampirilah peserta secara bergantian dan buat percakapan itu exclusive khusus untuk dia. Sehingga peserta merasa diperlakukan spesial, buatlah peserta merasa nyaman berada di komunitas yang baru ini. Ketika memulai komunikasi dengan peserta LTK kita sebagai instruktur harus tersenyum. Pak Ganie, selaku ketua korwil LTK Jabodetabek mengajari satu hal yang baik sekali yaitu tersenyum. Senyum akan mencairkan suasana. Setelah senyum kita bisa gunakan teknik FORM aslinya FORM ini adalah Family, Occupation, Recreation dan Message. Tapi kita sedang berada di dunia Ling Tien Kung saya coba gantikan Message dengan Motivation. Artinya kita pertama senyum, lalu bisa melontarkan pertanyaan untuk mencairkan suasana menanyakan tentang keluarga peserta,  lalu tanya tentang pekerjaan atau bisnisnya dia, lalu berkembang apa rekreasi atau hobi yang biasa dia lakukan dalam waktu senggang.. sembari pelan pelan kita tanyakan apa motivasi dia mengikuti latihan Ling Tien Kung. Apakah dia menderita sakit atau hanya menjaga kesehatan. Setelah kita tahu, lalu bandingkan dengan form isian yang ia tulis sendiri. Untuk selanjutnya secara rutin kita tanyakan apakah ada kesembuhan dari sakitnya setelah melakukan terapi Ling Tien Kung, jika ya ada kesembuhan setelah berapa lama, setelah berapa kali latihan. Kita butuh data data seperti ini.  Lalu kita mintakan kesediaan dia untuk suatu saat memberikan testimoni di depan peserta lain, bisa sebelum atau juga bisa sesudah latihan. Keakraban seperti ini akan membuat peserta merasa nyaman berada di sasana kita. Testimoni testimoni dari sesama peserta akan memotivasi semangat latihan.


5. Mencari kandidat Instruktur baru di sasana LTK kita

Kita tidak mungkin sendirian mengurus sasana yang kita bentuk. Butuh partner untuk mengelola sasana, idealnya satu sasana memilliki minimal 6 instruktur, agar cukup orang yang memperagakan, lalu ada yang berkeliling untuk memperbaiki gerakan. Untuk itu sebagai seorang pengelola sasana LTK, kita perlu lihai mencari siapa saja dari peserta di sasana kita yang bisa kita ajak untuk pergi dengan biayanya sendiri menjadi instruktur Ling Tien Kung dan mengabdikan diri ke misi sosial Ling Tien Kung ini. Kita juga perlu bijak menyikapi bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita tidak bisa menuntut semua orang akan sehebat diri kita. Mungkin saja ada instruktur yang ahli dalam mengelola sasana tapi memiliki keteterbatasan kemampuan dalam membuka sasana baru. Di lain sisi ada beberapa instruktur yang ahli dalam membuka sasana tapi setelah sasana terbentuk lalu merasa bosan, merasa kurang tantangan sehingga kurang ahli dalam mengelola sasana. Sehingga menurut saya pribadi target bahwa satu instruktur satu sasana merupakan target kepengurusan wilayah. Bukan target individual instruktur. Perlu kolaborasi dalam merangkul semua keahlian yang dimiliki oleh para instruktur agar menjadi sebuah keselarasan. Sesuai dengan jiwa Ling Tien Kung, keselarasan, keseimbangan.  

Demikian sharing pengalaman saya.. semoga tulisan ini memacu teman-teman lain untuk juga sharing pengalaman mereka selama menjadi Instruktur Ling Tien Kung.


I'm Healthy and Happy

Wednesday, September 5, 2018

Penjelasan LPR

Tahukah kamu bahwa LPR atau LaaringPharyngeal Reflux merupakan kondisi ketika asam lambung bergerak naik ke arah kerongkongan (esofagus), faring dan laring.

Berikut adalah gejala khas LPR:
1. Perubahan suara menjadi serak, biasanya terjadi intermiten di siang hari.
2. Rasa tidak nyaman di area leher hingga kepala, sehingga pasien sering mendehem atau batuk.
3. Nyeri tenggorokan, terutama ketika menelan.
4. Penumpukan dahak di tenggorokan.
5. Kesulitan bernafas ditandai dengan episode tersedak.
6. Halitosis atau bau mulut.
7. Nyeri dada seperti terbakar (heartburn).

Sampai saat penyebab LPR belum diketahui dan LPR ini bisa ditangani oleh dokter spesialis THT.

Secara umum LPR bisa dihindari dengan cara:
1. Jangan berbaring atau bersandar setelah makan.
2. Makan dengan porsi kecil tetapi sering (5-6 kali sehari).
3. Hindari makanan yang bisa mempengaruhi tonus otot esofagus, yaitu makanan berlemak, gorengan, kopi, minuman bersoda, alkohol, makanan asam, dan makanan pedas.
4. Mengontrol berat badan agar mencapai berat badan ideal.
5. Berhenti merokok.
6. Pada saat tidur, atur posisi kepala lebih tinggi dari posisi lambung, bisa dengan mengganjal mengunakan bantal
7. Mengelola stres dengan bijak.
8. Rutin latihan Ling Tien Kung minimal seminggu 4 kali

I'm Healthy and Happy

Tuesday, September 4, 2018

Penjelasan GERD

Apakah teman-teman tahu apa itu penyakit GERD? Berikut sedikit penjelasan dari penyakit GERD. 

Definisi GERD:
Nyeri dada ternyata bukan saja disebabkan oleh karena kelainan jantung. Nyeri dada dapat disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. Penyakitnya kita sebut GERD (GastroEsofageal Reflux Desease). Pasien dengan GERD bisa datang karena nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heartburn). Biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). Berdasarkan hasil endoskopi GERD dibagi menjadi 2, yaitu GERD dengan erosi atau ditemukan adanya luka pada bagian bawah kerongkongan dan jika tidak ditemukan kelainan pada kerongkongan disebut Non Erosive Reflux Disease (NERD) – sumber: blog dr. Ari Fahrial Syam 

GERD umumnya terjadi akibat Lower Esophageal Sphincter (LES), yang tidak berfungsi normal. LES berupa katup atau cincin yang menghubungkan kerongkongan dan lambung berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan. Kondisi refluks sebenarnya bisa dialami oleh hampir semua orang. Kecurigaan seseorang menderita GERD, umumnya harus memiliki beberapa keluhan khas dan berlangsung secara terus-menerus dalam beberapa minggu.

Gejala khas GERD
1. Heartburn, yaitu rasa panas terbakar pada dada dan tembus sampai ke punggung.
2. Nyeri dada.
3. Sesak dan rasa penuh pada dada.
4. Regurgitasi, yaitu aliran balik asam lambung, makanan dari kerongkongan ke mulut.
5. Mual.
6. Rasa asam pada mulut.
7. Disfagia, yaitu kesulitan menelan.
8. Banyak lendir dan suara serak, terutama di pagi hari.
9. Radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
10. Batuk.

Penyebab terjadinya penyakit GERD 
1. Stress.
2. Makanan atau minuman yang menyebabkan melemahnya fungsi LES, contoh terlalu banyak kafein, keju, coklat.
3. Merokok, alkohol
4. Obat-obatan, contoh golongan NSAID (ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac).
5. Peningkatan tekanan perut, karena obesitas atau kehamilan
6. Hiatal Hernia
7. Bile Reflux
8. Penyakit Scleroderma

I'm Healthy and Happy

Monday, August 20, 2018

Daun Binahong

Tahukah kamu bahwa daun binahong bisa digunakan sebagai herbal untuk sakit lambung.

Caranya 7 lembar daun binahong yang sudah dicuci bersih di rebus dalam 3 gelas air sampai 5 menit setelah air mendidih.

Rebusan daun binahong diminum pagi dan sore tanpa campuran apa apa.

I'm Healthy and Happy

Atur Prioritasmu

Selamat Pagi..

Semuanya sehat dan bahagia kan ya…

Atur Prioritasmu

Satu hal yang sering membuat penderita psikosomatis merasa tertekan dan menimbulkan banyak sensasi adalah saat harus mengerjakan beberapa pekerjaan dengan target waktu yang mendesak dan semuanya datang bersamaan.

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatur prioritas, lalu kamu bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan prioritas yang telah kamu sendiri tetapkan.

Pertama-tama kamu mesti berpikir bahwa Tuhan hanya memberikan masalah yang bertubi-tubi padamu adalah karena kamu dianggap kuat dan mampu menghadapinya. Jika kamu bisa menyelesaikan semua masalah yang dibrikan padamu itu maka kamu akan naik level dan siap untuk menerima tugas dari Tuhanmu yang lebih besar lagi. Jadi berbahagialah jika kamu mendapat masalah yang bertubi-tubi. Bisa jadi itu merupakan ujian bagimu untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Gambar berikut merupakan gambaran bagaimana kita bisa menghadapi masalah atau pekerjaan yang datang secara bersamaan.


Kamu bagi saja semua permasalahan ke dalam prioritas seperti gambar kuadran di atas. Dengan membagi semua masalahmu penting atau tidak, mendesak (perlu buru-buru) atau tidak.
1. Penting dan Mendesak
Untuk masalah yang penting dan mendesak, ini lah yang kamu mesti fokus kerjakan dan selesaikan. Karena ini tidak memiliki pilihan lain.

2. Penting tapi Tidak Mendesak
Ada masalah yang cukup penting tapi tidak perlu sekarang juga untuk dikerjakan, maka untuk hal-hal semacam ini kamu bisa tunda dulu untuk kemudian kamu rencanakan kapan kamu akan mengerjakannya. Tidak perlu semuanya dikerjakan sekarang juga kan.. Kamu bisa atur waktu kapan kamu perlu mengerjakannya, tapi ingat. Setelah kamu tentukan waktu kamu perlu displin untuk mengerjakannya. Kalau kamu tidak displin dan menunda, maka masalah ini dikemudian hari akan menjadi masalah yang penting dan mendesak. Sebaiknya kamu memiliki jadwal dan perencanaan yang baik, sehingga semua masalah pentingmu ada di kuadran ini. Penderita psikosomatis bisa lebih tenang jika memiliki perencanaan yang baik. Namun perlu disiplin dalam mengeksekusi rencanamu sendiri.

3. Kurang Penting tapi Mendesak
Ada masalah yang kurang penting untuk dirimu, tapi mendesak dan harus dikerjakan sekarang juga. Jika kamu mendapati masalah seperti ini, maka kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk membantumu. Tapi pastikan hanya hal-hal yang kurang penting untukmu yang kamu delegasikan, karena untuk masalah yang penting tetap kamu sendiri yang mesti mengerjakan, dikarenakan jika orang lain yang membantumu bisa jadi akan ada resiko orang yang membantumu menghianatimu dan mengambil apa yang seharusnya jadi milikmu. Tapi kalau hal itu memang kurang penting bagimu maka tidak akan membuat dirimu sakit.

4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Untuk masalah yang tidak penting dan juga tidak mendesak, yang perlu kamu lakukan adalah tunda saja pengerjaan atau penyelesaiannya. Jika kamu sedang santai, kamu pikir-pikir lagi apakah kamu mau membuang energimu untuk mengerjakannya dan memasukkan ke dalam daftar rencanamu atau kamu abaikan saja sekalian.

Demikian tips mengatur penyelesaian masalah atau tugas yang datang kedirimu, kuncinya adalah perencanaan yang baik.

I'm Healthy and Happy

Tinggalkanlah 7 Sifat yang bisa merusak dirimu sendiri

Berikut adalah 7 sifat buruk yang mesti kamu buang agar bisa sembuh dari Anxiety-mu:

1. Cari Perhatian
Cari perhatian merupakan hal wajar, namun jika terlalu berlebihan menjadi tidak baik. Sifat ini sebaiknya dihindari, jika kamu melakukan sesuatu hal, biarkan saja orang yang menilai hasil kerjamu. Kamu tidak perlu sampai teriak-teriak dikarenakan butuh pengakuan bahwa kamu adalah bintangnya. Tidak perlu juga sampai memusuhi bahkan sampai memfitnah orang lain yang berpotensi mengancam popularitasmu.

2. Standard yang Ketinggian
Memiliki sebuah standard adalah hal yang wajar, namun kalau kamu menetapkan standard yang ketinggian maka akan sulit orang lain memenuhi standardmu. Akibatnya kamu akan sulit menerima hasil pekerjaan orang, maunya mengerjakan sendiri tapi tidak mampu mengerjakan semuanya sendiri.

3. Terlalu Sensitif
Kamu juga tidak boleh memiliki sifat yang terlalu sensitif. Kamu ingin diterima apa adanya kamu tanpa kamu mau merubah dirimu, tapi kamu tidak mau menerima orang lain apa adanya. Sifat ini akan membuatmu selalu ingin dipahami dan mudah sekali tersinggung, sifat ini akan membuat hidupmu selalu gelisah dan tidak bisa tenang.Sebagai mahluk sosial, sebaiknya kamu mulai memahami orang lain dan menerima orang lain apa adanya.

4. Mudi (mood-mood-an / moody)
Mood–mood-an juga merupakan sifat yang sebaiknya kamu tinggalkan. Apakah karena kamu sedang menderita GERD, Anxiety atau Psikosomatis membuat mu bisa bersikap seenaknya saja? Kamu tidak bisa hari ini ramah dan tiba tiba besok judes sama orang lain. Kamu akan dijauhi orang lain dan setelah dijauhi orang lain apakah kamu bisa bahagia?

5. Skeptis / curigaan
Skeptis atau curigaan adalah sifat yang selalu mempertanyakan motif dibalik kata-kata seseorang. Menganalisa kata demi kata dalam kalimat orang lain. Tanpa mau mendengar penjelasan orang lain karena kamu sudah punya satu cap kecurigaan terhadap orang lain. Sifat ini tentu saja harus kamu tinggalkan. Orang akan menghindar apabila berbicara dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. Jika kamu ditinggal orang lain, kamu akan lebih menderita lagi nantinya.

6. Mendendam
Mendendam ini termasuk didalamnya adalah Sulit memaafkan dan Memendam Rasa tersinggung. Sifat ini  merupakan sifat tidak baik yang perlu dibuang karena hanya akan membuatmu menderita. Sebaiknya cepat-cepat move on dan fokuskan saja perhatianmu pada hal-hal lain yang bersifat positif ketimbang mengingat-ingat kejadian yang membuatmu sakit hati. Sifat mendendam hanya akan menghancurkan dirimu sendiri, menggerogoti kesehatanmu dari dalam.

7. Pesimis
Pesimis merupakan sebuah sifat di mana kamu selalu menganggap bahwa semua usaha yang akan kamu lakukan akan gagal. Ini disebabkan kamu selalu melihat sisi buruk dalam setiap rencana. Kamu perlu buang sifat pesimis dalam dirimu, karena kalau kamu pesimis, semua usaha yang bisa membawamu ke kesembuhan akan kamu pandang selalu sisi buruknya saja. Kalau begini caranya bagaimana mau sembuh?

I’m Healthy and Happy