Friday, June 22, 2018

Self Talk (Berbicara pada diri sendiri)

Salah satu teknik untuk bisa sembuh dari Psikosomatis adalah dengan Self Talk (Berbicara pada diri sendiri) atau beberapa orang menyebut kata Afirmasi. Artinya kita berbicara pada diri kita sendiri untuk memberikan sugesti positif pada diri kita sendiri. Bertujuan untuk memasukkan kata-kata positif sehingga kita bisa lebih percaya diri untuk sembuh dari sakit Psikosomatis yang kita derita. Berikut adalah sharing mengenai self talk yang diceritakan oleh kawan saya Mbak Irma pada WAG Healthy and Happy Community pada tanggal 12 Juni 2018: 

Haii semua...

Cerita mau sedikit dong tentang pengalamanku kemarin 😊
4 bulan setelah cerai dengan si panik attack (PA) aku selalu mencatat target pribadiku, terutama tentang apa yang aku mau dan bagaimana yang aku mau jalani untuk menuju sembuh. 

Setiap bangun tidur aku selalu bicara dengan diriku sendiri di depan cermin bahwa aku harus bisa dan aku pasti sembuh dengan ijin Allah SWT 😇
dan aku harus selalu bersemangat💪

Dengan cara berbicara pada diri sendiri di depan cermin seperti ini, berikut perkembangan kesembuhanku:

Bulan ke 1 aku mau bisa jalan,lari di pagi / sore selama 1 sampai 2 jam dalam sehari (allhamdulilah bisa tercapai)

Bulan ke 2 aku mau berani di tempat ramai/kumpul-kumpul sama teman,sahabat dll (allhamdulilah sudah bisa tercapai)

Bulan ke 3 aku mau bisa kembali beraktifitas/ berkegiatan kerja seperti sebelum aku kena sakit GERD dan Psikosomatik  (allhamdulilah sudah bisa tercapai)

Bulan ke 4 aku mau bisa bepergian ke luar kota lagi dan aku mau pulan kampung Jakarta - Bandung naik motor sendirian (allhamdulilah bisa tercapai juga)

Allhamdulilah dengan penuh rasa syukur ternyata tidak terasa dalam 4 bulan ini smua yang aku catat sebagai target kesembuhanku sudah bisa aku lakukan semuanya. 😁😊 yaa walaupun masih suka  ada sedikit sensasi ini itu yang macam - macam dan aneh - aneh tapi semua sensasi itu bisa kalah dan pergi. Aku berwyukur pada Allah, aku bersemangat, dan aku akan selalu konsisten. ini yang aku tanamkan, aku bisikkan pada diriku sendiri setiap hari. 
#Allhamdulilah ya ALLAH😇  

🙏Just sharing
Mbak Irma

I'm Healthy and Happy

Just Do It and Enjoy It (Jalani dan Nikmatilah)

Berikut adalah sebuah sharing motivasi dari salah seorang penderita GERD yang sudah melewati masa-masa sulit dan sekarang sudah bisa beraktifitas normal. Prinsip yang diterapkan oleh beliau adalah hanya lakukan saja dan nikmati saja hidup ini. Dengan cara seperti ini beliau  berhasil melewati GERD yang beliau derita. Seorang kawan saya, Koh Jemi yang diceritakan oleh beliau di WAG pada tanggal 11 Juni 2018. Berikut sharingnya: 

Di akhir tahun 2017 memasuki 2018, Saya menjalani aktifitas Body Rafting, yaitu sebuah olah raga yang untuk mengarungi derasnya arus sungai dengan badan sendiri dengan hanya menggunakan pelampung. Tentunya dipandu oleh seorang pemandu profesional. Awalnya kegiatan ini  tidak pernah terlintas di dalam pikiran saya, bahkan sebelum kena GERD, LPR dan segala sensasinyapun saya tidak pernah terpikir untuk mengikuti olah raga ekstrim seperti ini. Kebetulan saya baru saja sembuh dari LPR dengan tenggorokan yang masih terasa asam akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Namun sensasi itu saya abaikan untuk mencoba olah raga body rafting ini. 

Kegiatan dimulai dengan menyusuri turunan anak tangga yang sedikit curam. Terus terang saya merasa ngeri saat menyusuri turunan anak tangga itu, karena memang aslinya saya takut akan ketinggian. Tapi saya putuskan untuk tidak banyak berpikir, saya mau enjoy dan saya memutuskan untuk menikmati alam saat saya menuruni tangga curam itu tadi. Dikarenakan saya tidak terlalu memikirkan tangga, tetapi fokus pada keindahan pemandangan alam, saya tidak mengalami sensasi apapun saat menuruni tangga yang curam itu. 

Tantangan kedua ada saat melakukan olah raga body raftingnya sendiri. Dibutuhkan ketaatan pada petunjuk pemandu, tidak perlu malu untuk  meminta bantuan saat merasa ada kesulitan, semisal saat sedang menyusuri medan bebatuan besar yang tinggi, licin, dan dialiri arus deras. Belum lagi saya harus merasakan dinginnya air sungai. Saya berusaha beradaptasi dengan lingkungan. Singkat kata akhirnya saya bisa sampai juga ke garis finish tanpa sensasi GERD, perut kembung yang biasanya disebabkan oleh rasa cemas atau takut.  Semuanya indah pada waktunya🙏😁 

Just Sharing 

Koh Jemi

Saturday, June 16, 2018

Madu Hutan

Banyak yang merekomendasikan Madu Manuka sebagai madu dengan kualitas terbaik dalam menjaga kesehatan.  Madu Manuka ini merupakan madu hutan di New Zealand. Dikarenakan hutan New Zealand bersifat homogen, maka ada satu jenis bunga saja yang ada disana sehingga lebah hutan di New Zealand mengambil madu dari satu jenis bunga yaitu bunga manuka. madunya disebut sebagai madu manuka. 

Nah.. bagaimana dengan madu hutan dari daerah lain? Di Indonesia kita juga memiliki hutan, hutan di daerah Indonesia terkenal dengan hutan tropisnya. Di hutan tropis tumbuh berbagai macam bunga sehingga madu hutan yang berasal dari hutan Indonesia, lebahnya tidak mengambil dari satu jenis bunga saja, melainkan berbagai macam bunga hutan tropis yang juga bagus kualitasnya, walau konon khasiatnya masih dibawah madu manuka.. tapi madu hutan tetap dipercaya memiliki kualitas lebih baik dari pada madu ternak biasa.

Dalam memilih madu hutan, disarankan untuk melihat metode pengumpulan madunya. Kita bisa mendapatkan madu hutan yang dikumpulkan secara tradisional. Jenis madu hutan yang dikumpulkan secara tradisional bisa kita dapatkan jika kita melakukan perjalanan darat, di pinggir jalan banyak yang menawarkan jenis madu ini. Di beberapa kota besar juga ada penduduk dari pedesaan yang desanya dekat dengan hutan menawarkan madu hutan yang dikumpulkan secara tradisional ini. Tentunya kita bisa mendapatkan dengan harga yang relatif lebih murah, selain dengan membeli dari penduduk desa, kita bisa membantu perekonomian mereka. 

Selain madu hutan yang dikumpulkan dengan cara tradisional, beberapa pengusaha sudah melakukan metode pengumpulan yang lebih rapi, biasa ditandai dengan kemasan yang rapi, adanya merek dan sertifikasi produk organik pada madu yang dijual. Sertifikasi ini membuat kita sebagai konsumen bisa lebih percaya dengan kebersihan saat proses pengumpulan, pengemasan, distribusi hingga sampai di tangan kita. Tentunya jenis madu yang sudah dikelola secara terorganisir ini lebih tinggi harganya dibanding madu hutan yang dikelola secara tradisional, walaupun masih di bawah madu manuka tadi dengan manfaat yang juga tidak terlalu jauh berbeda. 

I'm Healthy and Happy

Dalam Kondisi Puasa Mengalami Reflux?

Mungkin teman teman pernah mengalami kondisi saat berpuasa mengalami reflux, reflux yang saya maksud adalah ada sesuatu dari lambung yang naik ke kerongkongan. Entah seperti angin, atau bahkan berasa ada makanan yang naik sampai tenggorokan. Tentunya hal ini membuat tidak nyaman.
Reflux saat berpuasa seperti ini biasa terjadi kalau makan makan sahur terburu buru mepet ke azan subuh, atau makan sahur terlalu banyak sehingga penuh perutnya. 

Jika kalian mengalami kondisi ini, tidak perlu khawatir. Yakinlah dalam maksimal satu jam reflux ini akan reda dengan sendirinya.

Ada beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan untuk meredakan reflux tanpa makan dan minum.
1. Pastikan tubuh dalam kondisi tegak. Coba bayangkan sebuah botol penuh sampai ke leher botol sampai ke mulut botol. Coba miringkan sedikit, maka akan tumpah airnya. Ini ibarat tubuh kita yang sedang mengalami reflux, goncangan sedikit ataupun miring sedikit akan membuat sensasi baru. Maka pastikan posisi lambung, tenggorokan tegak lurus.
2. Gerakan jinjit jinjit. Entah siapa yang pertama mengajarkan, tapi ini yang pernah saya baca dan praktekkan. Cukup berhasil jika mengalami reflux. Melakukan jinjit jinjit tapi tidak dengan menghentakkan tumit, artinya saat mengangkat tumit dan meletakkan ke lantai lakukan dengan perlahan. Biasanya nanti ada angin yg keluar (bersendawa) yang efeknya lambung kita jadi ada sedikit ruang, sehingga reflux bisa mereda.
3. Untuk yang anxiety, biasanya disertai rasa panik. Untuk itu tidak boleh diam. Krn orang anxiety jika disuruh diam maka akan banyak yang ia pikir. Ia mulai cek detak jantung dia mulai perhatikan apakah pandangan buram atau tidak, dan macam macam yg akan membuat pikirannya makin parno. Untuk itu jalan. Yang biasa saya lakukan, jinjit jinjit 10 kali, jalan 10 langkah.

Kira kira itu 3 hal yang bisa kita lakukan jika terkena reflux saat tidak bisa makan atau minum apapun. Semoga tips ini membantu.

I'm Healthy and Happy